Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar kegiatan Sosialisasi JUPITER (Judi dan Pinjaman Online Teratasi) dengan tema “Bijak Bermedia Digital untuk Melindungi Keluarga dari Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal” di Pariangan, Kecamatan Bontosikuyu, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Bontosikuyu, Ketua Pokja I Desa se-Kecamatan Bontosikuyu, serta pengurus PKK Kecamatan Bontosikuyu.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir menekankan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi tantangan dunia digital, khususnya maraknya praktik judi online dan pinjaman online ilegal yang kini semakin menyasar masyarakat hingga lingkungan keluarga.
Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan media digital memang memberikan banyak manfaat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga komunikasi yang lebih cepat. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat ancaman yang perlu diwaspadai bersama.
“Fenomena judi online dan pinjaman online ilegal menjadi perhatian serius karena dampaknya sangat besar, baik secara ekonomi, sosial maupun psikologis. Tidak sedikit keluarga yang mengalami masalah keuangan hingga konflik rumah tangga akibat terjerat praktik tersebut,” ujarnya
Melalui kegiatan sosialisasi JUPITER ini, TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar berupaya mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para kader PKK sebagai garda terdepan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Menurut Yanti kader PKK memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, mengingatkan keluarga agar lebih berhati-hati menggunakan media digital, serta menanamkan kesadaran bahwa teknologi harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia berharap seluruh peserta dapat memahami ciri-ciri judi online dan pinjaman ilegal, mengetahui dampak negatifnya, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama dalam membangun kesadaran, pengawasan, dan perlindungan terhadap ancaman digital yang merugikan.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan antusiasme peserta yang aktif mengikuti materi dan diskusi.






